FERTILITAS (DASAR KEPENDUDUKAN) - TUGAS UAS


DASAR KEPENDUDUKAN
FERTILITAS


DOSEN PEMBIMBING:
NIA MUSNIATI. SKM., MKM


DISUSUN OLEH:
EVA JUNIARTI (1905015289)


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
TAHUN AKADEMIK 2019/2020


A.    DEFINISI FERTILITAS
Fertilitas ialah suatu istilah yang dipergunakan didalam demografi untuk menggambarkan jumlah anak yang benar-benar dilahirkan hidup. Istilah tersebut kadang-kadang dipergunakan berlawanan dengan penggunaan biasa, yang berarti hasil reproduktif sebenarnya, dan bukan hasil reproduksi yang mungkin terjadi. Fertilitas ialah suatu ukuran yang diterapkan untuk mengukur hasil reproduktif wanita yang diperoleh dari data statistik jumlah kelahiran hidup ( Pollard dkk, 1984 : 141).
Menurut Sri Hardjati Hatmadji dalam buku “Dasar-Dasar Demografi”, fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup (1981 : 57).

·         Kelahiran/Fertilitas dalam Demografi
1        Fertilitas: hasil reproduksi yang nyata dari seorang atau sekelompok wanita
2        Fertilitas  Fekunditas
3        Fekunditas: potensi fisik wanita untuk melahirkan
4        Fertilitas >< Infertilitas (mandul)
5        Wanita yang infertile belum tentu steril

B.    KONSEP-KONSEP FERTILITAS
1.      Lahir Hidup (Live Birth)
      Menurut UN dan WHO , adalah suatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya kandungan, dimana si bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, misal: bernafas, ada denyut jantungya atau denyut tali pusat atau gerakan-gerakan otot.

2.      Lahir Mati (Still Birth)
      Adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu, tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

3.      Abortus
      Kematian bayi dalam kandungan dengan umur kehamilan kurang dari 28 minggu. Ada dua macam Abortus: disengaja (induced) dan tidak disengaja (spontantaneous).
                 Induced abortion dapat:
     a.       Berdasar alasan medis, misalnya: karena mempunyai penyakit jantung yang berat sehingga membahayakan jiwa si ibu.
     b.      Tidak berdasarkan alasan medis.

4.      Masa Reproduksi (Childbearing Age):
      Masa dimana wanita mampu melahirkan, yang disebut juga usia subur (15-49 th).

C.    SUMBER DATA
a.       Registrasi/Pencatatan Rutin
b.      Sensus
c.       Survey

1.      Sumber Data (Registrasi)
            Statistic kelahiran seperti akte kelahiran
·         Kelemahan:
a)      Ketepatan definisi yang dipakai
b)      Kelengkapan registrasi
c)      Ketepatan alokasi tempat
d)     Ketepatan alokasi waktu
·         Penyebab:
a)      Penduduk tidak tahu
b)      Penduduk tidak memahami pentingnya registrasi kelahiran

2.      Sumber Data (Sensus)
            Data yang tersedia:
a)      Komposisi penduduk menurut umur dan sex
b)     Jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup
c)   Jumlah anak yang pernah dilahirkan dalam suatu periode yang lalu (misalnya: 1 tahun).
d)     Data penduduk yang terkait dengan variable fertilitas seperti usia kawin.

Kelemahan:
a)      Keterangan jumlah anak tergantung daya ingat ibu
b)      Keterangan julah anak yang lahir setahun yang lalu tergantung memperkirakan waktu satu tahun tersebut
c)      Kesalahan pelaporan umur

3.      Sumber Data (Survei)
                  Data tersedia sama dengan sesnsu tetapi lebih rinci, seperti:
a)      Riwayat kelahiran (birth history/pregnancy history) mulai anak pertama-anak terakhir
b)      Status kehamilan (pregnancy status)

      Kelemahan:
a)      Sensus Penduduk (SP)
b)      Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS)
c)      Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)
d)     Survei social Ekonomi Nasional (SUSENAS)

D.    UKURAN DASAR FERTILITAS
      Ukuran fertilitas dibagi menjadi dua pengukuran:
a.      Yearly Performance (Current Fertility)
Menunjukkan fertilitas dari suatu kelompok penduduk untuk jangka waktu satu tahun.
b.      Reproductive History (Cummulative Fertility)
Menunjukkan kumulatif fertilitas selama masa reproduksinya.

1.      Yearly Performance (Pengukuran Fertilitas Tahunan)
Pengukuran fertilitas tahunan hampir sama dengan pengukuran mortalitas. Pengukuran fertilitas tahunan meliputi :

a.      Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Angka kelahiran kasar yaitu jumlah kelahiran hidup pada suatu tahun tertentu per 1000 penduduk pada pertengahan tahun dan merupakan ukuran fertilitas yang paling sederhana karena data yang diperlukan hanya jumlah kelahiran dan dan jumlah seluruh penduduk.

·         Kelemahan:
tidak memisahkan penduduk laki-laki dan penduduk perempuan yang masih kanak-kanak dan yang berumur 50 tahun ke atas. Jadi angka yang dihasilkan  sangat kasar.

·         Kelebihan :
perhitungan ini sederhana, karena hanya memerlukan keterangan tentang jumlah anak yang dilahirkan dan jumlah penduduk pada pertengahan tahun.
Rumus :


Contoh :
Berdasarkan sensus 2010 di Jabar terdapat jumlah penduduk 25 juta jiwa dan banyaknya bayi yang lahir hidup dalam setahun adalah 500.000 jiwa. Berapakah CBR Jabar?
Jawab:
CBR       = 500.000      x 1000
                           =   25.000.000
= 20
Artinya setiap 1000 penduduk terdapat 20 kelahiran.

b.      Angka Ferilitas Umum (General Fertility Rate)
Membandingkan jumlah kelahiran dengan jumlah penduduk wanita usia 15-49 tahun karena penduduk yang mempunyai resiko hamil adalah wanita dalam usia reproduksi (umur 15-49 tahun).
·         Kelemahan:
ukuran ini tidak membedakan kelompok umur, sehingga wanita yang berumur 40 tahun dianggap mempunyai resiko melahirkan yang sama besar dengan wanita yang berumur 25 tahun.
·         Kelebihan:
penggunaan ukuran ini ialah ukuran ini cermat daripada CBR karena hanya memasukkan wanita yang berumur 15-49 tahun atau sebagai penduduk yang “exposed to risk”.
Rumus :


Contoh :

Penduduk Negara X pada pertengahan tahun 2011 sebesar 200 juta, penduduk wanita umur 15-49 tahun sebesar 40 juta sedang jumlah kelahiran selama tahun 2011 = 8 juta.
Berapa GFR-nya ?
Jawab :  GFR = 8.000.000     x 1000 = 200
    40.000.000

Artinya tiap 1.000 wanita umur 15 – 49 tahun selama satu tahun melahirkan 200 bayi.

c.      Angka Fertilitas Khusus Menurut Umur (Age Specific Fertility Rates)
Apabila (sebagai tambahan penduduk wanita yang diklasifikasikan menurut umur) data jumlah kelahiran menurut umur ibu sudah tersedia, maka pola angka kelahiran khusus menurut umur akan dapat dihitung dengan cara membagi jumlah kelahiran oleh ibu yang tercakup di dalam setiap umur (atau kelompok umur) dengan jumlah wanita yang tercaup pada umur (kelompok umur) itu di dalam suatu jumlah penduduk tertentu.

·         Kelebihan :
a.       Ukuran lebih cermat dari GFR karena sudah membagi penduduk yang “exposed to risk” ke dalam berbagai kelompok umur.
b.       Dengan ASFR dimungkinkan pembuatan analisa perbedaan fertilitas (current fertility) menurut berbagai karakteristik wanita.
c.       Dengan ASFR dimungkinkan dilakukannya studi fertilitas menurut kohor.

a.       ASFR ini merupakan dasar untuk perhitungan ukuran fertilitas dan reproduksi selanjutnya (TFR, GRR, dan NRR).
·         Kelemahan:
a.       Ukuran ini membutuhkan data yang terperinci yaitu banyaknya kelahiran untuk tiap kelompok umur sedangkan data tersebut belum tentu ada di tiap negara/daerah, terutama negara yang sedang berkembang. Jadi pada kenyataannya sukar sekali mendapatkan ukuran ASFR.
b.       Tidak menunjukkan ukuran fertilitas untuk keseluruhan wanita umur 15-49 tahun.
c.       Tingkat Fertilitas menurut Urutan Kelahiran (Birth Order Specific Fertility Rate)

RUMUS :


CONTOH



d.   Tingkat Fertilitas Total (Total Fertility Rate)
Tingkat fertilitas total didefinisikan sebagai jumlah kelahiran hidup tiap 1000 wanita yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan :
a)      tidak ada seorang wanita yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya,
b)      tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah pada pada periode tertentu.

RUMUS:


Contoh :
TFR     = 5 x jumlah ASFRi
                              = 5 x 1.016,1
                              = 5.080,5
Artinya setiap 1000 perempuan setelah melewati masa suburnya akan melahirkan 5.080,5 bayi laki-laki dan perempuan.

2.         Reproductive History (Pengukuran Fertilitas Kumulatif)
Ukuran yang berkenaan dengan kemampuan seorang perempuan untuk menggantikan dirinya (hanya bayi perempuan yang diikutsertakan dalam perhitungannya).

a.      Gross Reproduction Rate (GRR)
Gross Reproduction Rate ialah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 wanita sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang wanita yang meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.

Rumus (ada 2 cara perhitungan) :
1.      Jika diketahui ASFR dan diasumsikan bahwa rasio jenis kelamin pada saat dilahirkan dari bayi yang dilahirkan oleh tiap kelompok usia sama (misal sex ratio : 103, proporsi perempuan : 100/103 , maka :


Dimana ASFRi adalah banyaknya kelahiran pada tiap kelompok umur i

2.      Perhitungan langsung dari TFR dengan menggunakan rasio jenis kelamin pada saat lahir

b.      Net Reproduction Rate (NRR)
Net Reproduction Rate ialah jumlah kelahiran bayi wanita oleh sebuah kohor hipotesis dari 1000 wanita dengan memperhitungkan kemungkinan meninggalnya wanita-wanita itu sebelum mengakhiri masa reproduksinya.
Rumus :   

di mana     :
          = jumlah perempuan-perempuan yang dapat bertahan hidup umur tertentu dengan mengalikannya dengan kemungkinan hidup dari waktu lahir hingga mencapai umur.

Contoh:
Perhatikan tabel berikut dan hitung NRRnya!


Jawaban :
NRR    = 5 x 201.246
                    = 1.006,23
Artinya terdapat 1.006,23 kelahiran bayi perempuan tiap 1000 perempuan.

E.    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FERTILITAS
1)      Bongaarts (1980) mempersempit lagi menjadi 4 variabel anatara, yaitu :
1.    Perkawinan
2.    Kontrasepsi
3.    Laktasi (menyusui)
4.    Pengguguran
2)      Menurut Fawcett (1984) yang mengutip pendapat Hill, Stycos, dan Back (1959), factor-faktor yang mempengaruhi fertilitas, yaitu:
1.      Tempat Tinggal
2.      Pekerjaan
3.      Pendidikan
4.      Agama
5.      Status Ekonomi (nilai sewa)
6.      Pola Perkawinan
7.      Usia ketika kawin


DAFTAR PUSTAKA
Ida Bagoes Mantra. 2009. Demografi Umum. Edisi kedua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Amir, Amri dan Hanafiah, M.Jusuf. 1999. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, Jakarta: EGC.
Mantra , I, B. 2000. Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.






Comments

Popular posts from this blog

DISTRIBUSI POISSON (BIOSTATISTIK DESKRIPTIF) - TUGAS UAS